Pendakian Gunung Lawu Jalur Cemoro Sewu Magetan

Sabtu, November 05, 2016


Gunung Lawu, ya rata rata orang Jawa Tengah gak asing lagi mendengar yang namanya Lawu, dimana gunung yang memiliki ketinggian 3265 mdpl yang terleltak di antara perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur ini memang menjadi salah satu favorit pendaki khususnya warga Jawa Tengah. Perjalanan dari Semarang pada tanggal 30 Agustus 2013 dimana kami berdelapan yaitu saya, adik saya bernama Bahtera Sebhastyan, Joko Hardyono, Fatah, Tebeh, Agung Priyono, Ali dan Umi pukul 17.00 menuju ke Solo dengan naik bis patas, besar biaya dari Semrang Solo relatif masih sama yaitu Rp 25.000,00 . Sampai di terminal Tirtonadi Solo tepat pukul 21.00 yang saat itu sudah tidak ada angkutan bus menuju ke Tawangmangu karena untuk sampai kesana harus transit dulu ke Tawangmangu. Namun karena sesuai rencana sebelumnya bahwa kami akan bermalam di rumah saudara Joko yang terletak di Karangpandan yang ternyata searah menuju ke Tawangmangu. Karena hanya tersedia mobil travel, kamipun terpaksa menyewanya dengan biaya sebesar 1Rp 15.000 per orangnya. Sampai di rumah saudara Joko, kami menginap menghabiskan malam itu untuk beristirahat, pagi hari 31 Agustus 2013 kami bersiap untuk melakukan pendakian ke Gunung Lawu dan berpamitan dengan sana saudara Joko.
Singkat cerita sampailah kami di terminal Tawangmangu dan harus berpindah angkutan lagi untuk menuju ke Cemoro Sewu tempat dimana pintu masuk pendakian yang kami pilih, karena jalur tersebut relatif cepat. Tarif travel yang kami gunakan dari terminal Tawangmangu menuju Cemoro Sewu sebesar Rp 10.000/ orang hingga sampai ke pintu masuk Cemoro Sewu. Sesamainya disana, kami ceking, dan mengurus administrasi dengan biaya sebesar Rp 7.500. Tak lupa kami berdoa sebelum melakukan pendakian tersebut, start kami mendaki pukul 09.30 bebarengan dengan rombongan Jakarta yang berjumlah 17 orang.


Jalur cemoro Sewu memang mengasyikkan saat beberapa meter memasukinya, terlihat hamparan padang savana dan beberapa pekarangan dengan ditumbuhi bunga bunga indah menemani perjalanan kami. Sampai di pos 1 ternyata kami melihat ada warung yang menjajakan makanan dan minuman yang berdiri semi permanen dari kayu dan gedheg dan selebelum sampai pos 1 terdapat os bayangan yang disitu terdapat sendang Wesanan. Karena kami agak kelelahan, kami memutuskan untuk istirahat sebentar di pos 1. Dirasa cukup kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2 yang dimana track yang kami lalui berupa bebatuan yang tertata rapi bak anak tangga, disekitar masih terlihat banyak pohon pinus dan perdu. Cukup melelahkan ditambah lagi kami membawa cukup banyak perbekalan serta tenda, makin menguras stamina karena kami melakukan pendakian siang hari. Sebelum sampai ke pos 2 kita akan melihat beberapa spot indah, yakin indah menurut saya dimana kita bisa melihat secara luas terbentang pemandangan alam ciptaan Tuhan. Kita juga bisa melihat batu berbentuk kepala ayam jago sehingga penduduk sekitar menyebutnya Watu Jago. Sampai di pos 2 tepat pukul 14.30 masih ada waktu cukup untuk melakukan salat zuhur dan dilanjut salat asar karena beberapa teman nampak lelah sehingga memutuskan untuk beristirahat sejenak.



Perjalanan dilanjutkan menuju pos 3 dmana track semakin naik dan cukup berat, cukup juga membuat kami berisitirahat untuk mengambil nafas atau minum air mineral yang kami bawa. Saat hampir sampai ke pos 4 track yang kami lalui terdapat pegangan anak tangga yang sengaja dibuat oleh penduduk sekitar sehingga kami agak terbantu dengan adanya pegangan tersebut yang terbuat dari semen. Sampai di pos 4 yang berupa tanah berkapur disertai beberapa bau tak sedap dari belerang kami istirahat sejenak karena sampai di pos 4 waktu sudah menunjukkan untuk salat maghrib.



Perjalanan lanjut lagi ke pos 5, sampai di pos 5 berupa tanah lapang yang cukup luas, angin di pos ini kencang sekali karena tak ada bukit yang menghalangi angin tersebut. Ternyata tinggal beberapa ratus meter lagi kami sampai di sendang drajat yan merupakan tempat kita membuat tenda disana ditambah disana ada mata air sendang drajat sehingga kita tak perlu kesusahan mencari air. Track menuju sendang darajat cukup mudah dan landai, angin yang berhembuspun cukup kencang saat malam itu. Sampai disana kami membuat tenda dan mengecek kembali perlengkapan kita. Nampak warung yang berdiri di atas gunung, sungguh takjub saya. Pikirku ini adalah warung pecel mbok Yem yang tesohor itu ternyata bukan. Warung makan mbok Yem dimana pecelnya yang legendaris itu teletak di Hargo Dalem, jaraknya cukup jauh dan harus melewatinya sebuah bukit dan jalan memutar.
Akan saya kunjungi esok hari warung mbok Yem, tekadku. Malam semakin larut kami memutuskan untuk berisitrahat karena besok subuh akan melakukan pendakian ke puncak Hargo Dumilah. Pukul 03.45 kami bangun dan bersiap, hanya saya, adik saya, Joko, Tebeh, Ali dan Umi yang melakukan pendakian ke puncak. Agung dan Fatah tidak ikut serta karena masih nampak kelelahan. Perjalanan melewati kabut malam dan dinginnya angin gunung subuh itu kami susuri dengan tekad kuat untuk sampai di puncak Hargo Dumilah. Track menuju ke puncak relatif mudah, sembari di temani di ufuk timur nampak horison Sunrise yang dalam beberapa jam lagi akan terlihat Sunrise dari ufuk timur.





Yess, alhamdulillah sampailah kami di puncak Haro Dalem tanpa terlewatkan momen sunrise di puncak Gunung Lawu ini. Kami memotret, merekam dalam video beberapa aktifitas yang ada disana tak lupa juga momen terbitnya matahari. Asli, Lawu memang terkenal dinginnya saran saya pertebal jaket pakai slayer dan sarung tangan karena dingin sekali. Seorang wisatawan asing juga saat itu ada di sana, mungkin karena penasaran sengan Lawu, saya tidak sempat untuk bertanya kepada beliau karena memang saya tidak begitu cakap berbahasa Inggris. Setelah puas mengabadikan moment di atas kami turun menuju tenda untuk mengisi perut.







Sampai di tenda kami memasak beberapa bekal yang kami bawa seperti mie instan, nasi, sosis, roti, sarden. Sembari masak ala chef kamipu bercengkrama. Tepat pukul 09.00 kami memutuskan untuk turun melalui Cemoro Sewu lagi, dan tak lupa berdoa. Perjalanan kami lewati dengan suka cita karena nampak riang telah sampai di puncak Hargo Dalem.







Sampai di pintu Cemoro Sewu tepat pukul 13.30 kemudian mandi untuk bersih bersih diri, makan dan perjalanan menuju ke Semarang. Sampai di Semarang pukul 19.20 syukur alhamdulillah kami ucapkan karena selamat sampai rumah kembali. Terima kasih teman teman saya Ali, Umi, Abu, Tebeh, Joko, Fatah dan adik saya Bahtera Sebhastyan yang bersama sama dari naik hingga turun kembali sehingga kita semua selamat sampai rumah.

You Might Also Like

0 komentar